Minggu ini banyak libur dan kayanya saya PMS juga sehingga kombinasi antara waktu luang yang sedikit bertambah dan emosyen yang relatif lebih sensitif itu tentunya adalah perfect combo untuk terjadinya kontemplesyen time dalam rangka menelaah hidup sekian tahun uda ngapain ajah. However, karena sayangnya 'manic ngambis' part of the brain-nya ternyata kelupaan nggak di-switch on sama si hormones, my brain isn't quite braining 😒
Maka jadilah produk kontemplesyennya itu bukan rencana hidup jangka pendek, menengah, dan panjang yang terstuktur. Bukan juga any scientific atau valuable piece of serious writing. Bukan juga selesainya tugas-tugas yang cukup penting
Instead, my produk kontemplesyen (antara lain) are these:
- Komitmen bahwa saya akan berusaha lebih keras untuk lebih rutin nge-blog dan apdet comeback kpop di tiap tanggal 1 sekalian bayar tagihan-tagihan bulanan
- Munculnya kekuatan untuk membuka kembali craft bag yang sempat lama terabaikan, sehingga tanggungan jahit-menjahit (70%ish) selesai
MESKIPUN OFKORS KERJAAN UTAMANYA TETAP BELOM SLESE YAdan I kinda have a better picture of mau diapain sisa-sisa perca-perca yang masih ada di craft bag, so it's kinda more organized, I think. - Ide brilian bahwa blog post pertama yang akan saya rilis setelah sekian lama tidak posting adalah tentaaaaangg... jeng jeng jeng.... REVIEW WEBTOON. Kenapa review webtoon? Karena selama seminggu terakhir saya sudah maraton tidak hanya satu, tapi TIGA webtoon baru
which turns out contributes kinda significantly to durasi screen time yang ofkors so so membludak. Apakah webtoon2 baru ini sangat penting, meaningful, moving, inspiring, dan kualitasnya impressively great? TYDACK. But I'll do the review anyway because one, it gives me some good illusion that I'm productive; and two, MY BRAIN IS JUST FRIKKIN' NOT BRAINING SO I JUST CAN'T GET MYSELF INTO GETTING THE PAPERWORKS DONE, so why not continue the avoidant phase for a while and keep running away from actually dealing with the problems mumpung masih liburan yekaaann... *)
Anyway. Disclaimer first yes:
I'll start with titles I marathoned first.
Title one, STICK TO THE FRIEND ZONE. Two words: B aja. Gambarnya bagus. Ceritanya not that irritating dan mudah dipahami, tapi ga ada plot twist, predictable, trus personality dan psychodynamic karakternya ga terlalu jelaskaya pasien-pasien yang ngarang cerita dramak ngalor ngidul padahal cuma mau minta xanax. Setelah beberapa episode dan ku tetap merasa KENAPA TAK MUNCUL JUGA GREGETNYA, akhirnya saya buka episodenya loncat-loncat and I don't feel like I miss anything, so I'm grateful this series ends at episode 60 karena I don't really feel that the coins are worth spending, unfortunately.
- I can't promise that there won't be any spoilers.
- Ini murni opini guweh. I'm a 40 y.o. female ber-otak JowoEnggresEndonesaSpanyolKoreya dengan life story dan preferensi tertentu yang ofkors ga bakal entirely sama dengan Anda yang baca review ini. So, whether you agree or disagree, I'll only take it really seriously kalau pendapat Anda itu berhubungan dengan your willingness buat transfer (atau nggak transfer) satu miliar dolar ke rekening bank saya. Kalau satu miliarnya kurang dikit aja, monmaap tapi tolong ngosah ngamok kalo saya ga segitu mikirinnya yes.
Title one, STICK TO THE FRIEND ZONE. Two words: B aja. Gambarnya bagus. Ceritanya not that irritating dan mudah dipahami, tapi ga ada plot twist, predictable, trus personality dan psychodynamic karakternya ga terlalu jelas
Title two, EX-LOVE REVIEW. Sinopsis dan awal-awal ceritanya agak kurang meyakinkan, tapi semakin ke belakang jadi lebih seru. Emotional layers sama dinamika interaksi antar karakternya lumayan seru tapi masih making sense. Ga cuma FL dan ML aja, tapi juga karakter2 pendukungnya. Hal lain yang (ternyata) saya suka dari suatu storyline adalah ketika karakter2nya itu kaya bisa belajar dari pengalaman dan gradually changing POV dan personality berdasarkan pengalaman itu, karena IMO yang kaya gini ini bikin cerita jadi lebih "rich" dan ga ketebak. Ini webtoon-nya masih ongoing, btw, jadi I have another title to look forward to, and it's nice. I don't regret throwing coins for this title.
Beberapa waktu yang lalu sebenarnya ada webtoon yang saya baca yang IMO konsepnya agak mirip, yang judulnya "How to Romance a Max Level CEO." Awalnya kaya seru, but I didn't continue karena personality FLnya ky semakin lama semakin 'ilang' dan personality ML-nya tak kunjung muncul jadinya kutydack sabar sehingga kusetop membaca.
Title three, PARENTING FIRST, LOVE LATER. Ini half marathon si itungannya. Serial baru, dan baru jalan 10 episode. Gambar bagus, past stories FL dan MLnya cukup berpotensi untuk untuk diolah jadi cerita yang bagus, cuma yang agak malesin adalah protagonis antagonisnya too obvious, at least sampai sejauh ini ye. Semogaaa ke depannya psychodynamic layering-nya bisa semakin oke dan ceritanya semakin seru.
Next, let's get to the titles I'm currently reading.
Untuk yang setting-nya SMA, ada GIRLS' WORLD. Ini webtoon bacaan sejak zaman masih sekolah dan sampai sekarang masih seru-seru aja meskipun sudah semakin dekat ke arah tamat. Gambarnya nggak yang buagus banget sih benernya, tapi flownya tu ada aja, dan dialog-dialognya semacam mengandung aura gen alfa yang penuh ke-asbun-an tapi ada cute-nya juga di genuineness-nya. Karakter2nya punya personality yang kuat, dan dinamika interaksinya sangat 'SMA banget' yang cheesy tapi meaningful juga. Kayanya bakal kehilangan kalau webtoon ini ntar beneran tamat, tapi ya.. it leaves a good (long) memory, jadi gapapa.
Yang setting kehidupan perkuliahan, ada HOW FAR IS TOO FAR. Ini rating-nya 18+ ya, jadi emang ada adegan2 eksplisitnya yang IMO kadang redundant dan kalo hormonal setting lagi ma match sama ceritanya, hasrat untuk ngamok dan minta koin dibalikin itu kadang gede juga wkwk. However, tetep saya ikutin karena dialog-dialognya make sense dan interaksi antar karakternya cukup natural. Beberapa masalah yang diangkat juga cukup kekinian jadi berasa cukup relate dan kaya penasaran aja, kira-kira anak kuliahan jaman now kalau berhadapan sama masalah kaya gini, bakal jadi kaya gimana ya? Kira2 gitu.
Nah yang agak banyak ini yang di setting kerjaan kantoran: ISEOP'S ROMANCE, MEET ME IN THE MIDDLE, dan IT's JUST BUSINESS,
Kesamaan dari ketiganya adalah ceritanya yang membahas tentang bos cowok yang getting personally involved sama karyawan ceweknya. Nah tapiii yang saya suka adalah bahwa penggambaran FL dan MLnya itu bukan tipikal yang bos cowok berkuasa dan karyawan yang membuat bos tertarik karena kecantikannya gitu. Instead, di tiga series ini, karakter FLnya digambarkan sebagai karakter yang sangat kompeten, hardworking, dan goal-driven gitu. Interaksi FL sama ML-nya cenderung equal, nggak straightforward hierarkis dan instruksional meskipun hubungannya atasan bawahan. Alur munculin konflik-konfliknya itu enak temponya, dan problem solving-nya itu realistis dan sesuai konteks latar cerita; ga ada yang magis WTF gitu. Selain itu supporting characters-nya juga oke kaya semuanya punya peran yang memang diperlukan untuk membuat ceritanya jadi komplit; ga ada supporting characters yang redundant. Saya ngerasa psychodynamic depth-nya dapet, tapi (kalau buat saya ya) di level cukupan aja, bukan di level yang makes me feel like "aaaakkkk susah sekali psikodinamik ini aku mau balik CBT ajaaa", so these three are my current favorites.
Ada satu lagi yang judulnya GO GO PAPA! yang seru konyol lutchuk dan penuh dialog asbun tapi ga bisa ngamok karena ya jebulnya guweh ikot ketawak juga. However, cerita yang ini tidak memenuhi kebutuhan saya untuk belajar tentang membuat storyline dan conflict build up/resolution yang bagus, jadi ya.. buat seru2an aja.
Selain yang NowReading, ada dua judul yang sudah tamat that I used to read: HI, MOMMY! dan HAVE AN AFFAIR WITH ME. Keduanya punya kesamaan berupa 80% bagian awal cerita yang oke, compact, psychodinamically satisfying, dan problem layering-nya oke... yang sayangnya ditutup dengan 20% bagian akhir yang terasa antiklimaks dan superfisial. Jadi bacanya tu berasa kaya lagi maraton ngasi psikoterapi gitu: pas di awal-awal masih gaspol, niat banget ngulitin masalah sampe kecil2... tapi pas di akhir uda siang, uda laper, energi uda terbatas, dan jadinya lebih banyak ke nyuruh pasien acceptance dan crisis mitigation planning tipis2 aja. Still pretty solid stories, though, so I give'em⭐⭐⭐⭐
Ada juga yang lagi hiatus tapi kutunggu kembalinya karena ceritanya masih banyaaak yang belom di-reveal, yaitu MEN OF THE HAREM dan A CHILD WHO LOOKS LIKE ME. Gosah saya bahas ya. Ntar aja kalau uda ga hiatus (mungkin) dibahas.
Anyway. Kalo lihat judul-judul di atas, hampir semuanya dealing with romance thingy karena ya monmaap emang saya aslinya cemen jadi ya gemana yak...
However, ada juga judul-judul yang lead-nya cowok dan much less romance focused yang sempat saya ikutin: PEACEFUL CAMPING LIFE IN ANOTHER WORLD dan REALITY QUEST yang masih ongoing, dan UNLOCK MY BOSS yang sudah tamat.
"Unlock My Boss" IMO bagus. Ceritanya imajinatif tapi realistis at the same time. Plotting konspirasinya lumayan sulit ketebak, tapi nggak yang bikin sakit kepala dan esmosi banget. Justru seru dan somehow jadi lumayan contemplating lyfe tapi di aspek-aspek that I don't usually touch on, jadi it's quite a fresh experience, and I really enjoyed reading it.
"Peaceful Camping Life in Another World" dan "Reality Quest" konsepnya agak di luar nurul but in a good way.. tapi setelah agak panjang, flow-nya jadi lebih predictable dan kurang menginduksi penasaran. That being said, I'll probably get back on reading them later kalau episode gratisannya sudah cukup banyak terkumpul dan akan kubaca sekaligus karena ya itu... kaya kurang nampol aja ceritanya kalo dibacanya satu per satu.
Huwokeeee. I guess that's it. Wis ngantuk aku. Turu dhisique. Bhay!
%5B1%5D.jpeg)
%5B1%5D.jpeg)

No comments:
Post a Comment